Pertanyaan yang Sering Diajukan dalam Pendaftaran Online CPNS 2017

Pendaftaran CPNS dilakukan secara online melalui laman https://sscn.bkn.go.id/ sudah dimulai pada tanggal 1 sampai 31 Agustus 2017. Sebelum mendaftar ke instansi yang dituju, pelamar harus mempersiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk pendaftaran. Dokumen tersebut terdiri dari Kartu Keluarga, Kartu Tanda Penduduk (KTP), Ijazah, Transkrip Nilai, Pas foto dan Dokumen lain sesuai dengan ketentuan instansi yang akan dilamar.

Namun dalam prakteknya banyak hal-hal yang menjadi kendala ketika pelamar melakukan pendaftaran secara online. Kendala ini bisa disebabkan oleh ketidaktahuan pelamar akan syarat-syarat dalam proses input atau upload data atau hal diluar kendali pelamar seperti misalnya permasalahan koneksi atau website down.

Kali ini penulis akan menghimpun berbagai pertanyaan yang sering diajukan oleh pelamar berkaitan dengan pendaftaran CPNS online.

1. NIK dan KK Tidak sesuai

Bagi Pendaftar yang terkendala NIK & NKK, hubungi Halo Dukcapil, (021) 1 500 537,(Wa/sms/Telepon)0811 800 5373

Atau WA dengan format NIK#Nama#NomorKK#NoHP#keluhan kirim ke 0811 800 5373

2. Perlukah Upload Dokumen

Pendaftar dengan kualifikasi D III dan SMA tidak perlu upload dokumen, namun harus mencetak Kartu Pendaftaran dan mengirim berkas melalui PO BOX. Sebaliknya Pelamar dengan kualifikasi S1 harus upload dokumen persyaratan dan tidak perlu mengirim berkas secara manual (pos).




3. Gagal Upload Dokumen

Perlu diperhatikan format dan ukuran dokumen yang harus di upload

Format Pdf ukuran file maksimal 200 kb
  • Surat Lamaran
  • dan Surat Pernyataan
Format JPG ukuran file maksimal 200 kb
  • Foto
  • Ijazah
  • KTP/Surat Keterangan
  • Transkip




Untuk mengkompres atau memperkecil ukuran file silahkan memakai aplikasi, banyak juga tersedia aplikasi online seperti compressjpeg.com, pdfcompressor.com, https://smallpdf.com/id/mengompres-pdf, optimizilla.com dan lain-lain. Silahkan googling sendiri.

4. Tidak dapat mencetak kartu Pendaftaran

Kemungkinan besar komputer atau laptop belum terinstal aplikasi print to pdf. Pencetakan kartu pendaftaran memakai format pdf, artinya dicetak dulu dalam format pdf selanjutnya baru diprint.

Solusinya install aplikasi print to pdf seperti Free Print to PDF, doPDF atau lainnya (semuanya freeware).

Cara mencetak kartu pendaftaran



5. Nilai rata-rata ijazah

Terkadang dalam ijazah atau rapor terdapat 2 macam Nilai, maka untuk nilai rata-rata nya dibagi 2


6. Bolehkah mendaftar lagi jika ada penerimaan CPNS selanjutnya selain Kemenkumham dan MA

Boleh, yang tidak diperkenankan adalah mendaftar instansi lain dalam 1 periode. Kemenkumham dan MA masuk dalam periode 1, jika ada bukaan CPNS lagi itu sudah masuk periode 2 dan seterusnya.


Jika sudah mendaftar salah satu instansi dalam 1 periode maka akan muncul pesan seperti ini:



7. Upload KTP atau Surat Domisili

Pilih salah satu KTP atau Surat Domisili, bukan keduanya.



Akun resmi:

https://twitter.com/BKNgoid
https://twitter.com/cpnskumham2017
Read More

Mekanisme Pendaftaran CPNS 2017

Pendaftaran online Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2017 melalui portal https://sscn.bkn.go.id mulai dibuka tanggal Agustus 2017 pukul 10.00 wib. Untuk informasi daftar instansi dan dokumen persyaratan masing-masing instansi dapat diakses publik melalui official website BKN via http://www.bkn.go.id/penerimaan-cpns-th-2017.


Kemenkumham

I. Kualifikasi S1

Bagi Pelamar dengan Kualifikasi pendidikan Dokter Spesialis, Dokter Umum dan Sarjana/S-1: 1 Agustus 2017 s.d. 31 Agustus 2017 (ditutup pukul 23:59 WIB)
  1. Surat Lamaran S-1: unduh-1 atau unduh-2 (google drive)
  2. Surat Pernyataan S-1: unduh-1 atau unduh-2 (google drive)
  3. Contoh dokumen persyaratan: unduh-1 atau unduh-2 (google drive)

II. Kualifikasi DIII dan SLTA/Sederajat

Bagi Pelamar dengan Kualifikasi pendidikan Diploma III/D-3 dan SLTA/Sederajat:
1 Agustus 2017 s.d. 26 Agustus 2017 (ditutup pukul 23:59 WIB)
  1. Surat Lamaran D-3: unduh-1 atau unduh-2 (google drive)
  2. Surat Pernyataan D-3: unduh-1 atau unduh-2 (google drive)
  3. Surat Lamaran SMA: unduh-1 atau unduh-2 (google drive)
  4. Surat Pernyataan SMA: unduh-1 atau unduh-2 (google drive)
  5. Contoh dokumen persyaratan: unduh-1 atau unduh-2 (google drive)

Call center:
  • Telepon: (021) 525 3004 ext. 310 pada Senin-Jumat pukul 08.30-16.00
  • WA/SMS: 0815 1729 0951
  • Twitter: @cpnskumham2017
Read More

Alokasi dan Penempatan Formasi CPNS Analis Keimigrasian Pertama

Formasi CPNS jabatan Analis Keimigrasian Pertama menjadi formasi terbanyak yang dibutuhkan untuk kualifikasi Sarjan (S1). Sebanyak 2778 orang dibutuhkan untuk mengisi jabatan fungsional tersebut dengan penempatan seluruh Kanwil Kemenkumham di seluruh Indonesia. Alokasi formasi Analis Keimigrasian Pertama terbagi untuk lulusan cum laude sebanyak 229 lowongan dan umum 2.049 (Pria: 1.799, Wanita: 250).

Analis Keimigrasian adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak secara penuh untuk melakukan kegiatan analisis keimigrasian.

Analisis Keimigrasian adalah kegiatan pengidentifikasian dan penelaahan secara objektif dan sistematis terhadap lalu lintas orang yang masuk atau ke luar wilayah Indonesia serta pengawasannya yang meliputi, dokumen keimigrasian, pengawasan/intelijen, pengendalian rumah detensi imigrasi, pengelolaan informasi keimigrasian, lintas batas dan kerja sama luar negeri, serta penyidikan dan penindakan keimigrasian.

Kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan lulusan S1 Hukum/Sosial Politik/ Ekonomi/Akuntansi / Komunikasi/Teknik Informatika/Ilmu Komputer/Sistem Informasi/Teknik Komputer/Sastra Bahasa Asing dengan tinggi Pria minimal 165 cm dan Wanita minimal 158 cm (syarat lengkap lihat di sini).

Pendaftaran dan pengiriman berkas atau dokumen persyaratan dilakukan secara online melalui laman : https://sscn.bkn.go.id dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) KTP atau NIK pada KK. Berarti dokumen harus berbentuk softcopy atau harus discan terlebih dahulu sebelum diunggah di https://sscn.bkn.go.id.
Gaji Analis Keimigrasian Pertama
Kululusan seleksi administrasi didasarkan pada hasil Verifikasi dokumen yang telah diunggah. Bagi pelamar yang telah dinyatakan lulus seleksi administrasi wajib mencetak kartu peserta ujian. Berbeda dengan kualifikasi D III dan SMA di mana Bagi pelamar yang dinyatakan lulus verifikasi dokumen melalui PO BOX wajib melakukan verifikasi dokumen asli dan pengukuran tinggi badan sebelum mendapatkan kartu peserta ujian.

Lokasi Tes: Jakarta







Tempat Pelaksanaan tahapan seleksi sudah ditentukan untuk kualifikasi pendidikan Dokter Spesialis, Dokter Umum dan Sarjana/S1 dilaksanakan di Jakarta. Tempat lokasi tes menyesuaikan dengan tipe seleksi Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) dan Seleksi Kompetensi Bidang melalui Wawancara.

Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) menggunakan sistem CAT sehingga lokasinya tentunya harus mempunyai fasilitas CAT tersebut. Sampai saat ini hanya Kantor BKN dan Kemendikbud yang mempunyai perangkat untuk memfasilitasi sistem CAT. Dimungkinkan pula lokasi menggunakan fasilitas mandiri yang disiapkan oleh instansi di bawah koordinasi BKN.

Kantor BKN di Jakarta ada di dua lokasi, Kantor Pusat BKN Jalan Jl. Letjen Sutoyo No. 12 Jakarta Timur dan BKN REGIONAL V – JAKARTA yng beralamat di Jl. Raya Ciracas No. 36 Ciracas. Jadi dua tempat tersebut sudah pasti sebagai lokasi tes SKD dan SKB pendaftar CPNS Kemenkumham kualifikasi S1 termasuk formasi Analis Keimigrasian Pertama.

Alokasi dan Penempatan Analis Keimigrasian

Pelamar untuk Penempatan Analis Keimigrasian tidak ditentukan harus sesuai dengan domisili yang tercantum dalam KTP. Hal ini berbeda dengan formasi Penjaga tahanan yang harus sesuai dengan domisili yang tercantum dalam KTP.

Dengan kualifikasi pendidikan DIII dan SLTA Sederajat yang mendaftar pada Kantor Wilayah harus sesuai dengan domisili yang tercantum dalam KTP. Apabila pelamar yang domisilinya tidak sesuai dengan KTP dan ingin mendaftar pada wilayah domisilinya, wajib membuat surat keterangan dari kelurahan atau kantor desa setempat yang menerangkan bahwa yang bersangkutan telah berdomisili minimal 1 (satu) tahun pada wilayah tersebut.

Kanwil Kemenkumham Jakarta paling banyak membutuhkan personel untuk mengisi Analis Keimigrasian dengan formasi sebanyak 616 dengan penempatan terbanyak di Kantor Imigrasi Soekarno Hatta. Bali berada diurutan berikutnya mencapai 229 mayoritas penempatan Kantor Imigrasi Ngurah Rai.

Rincian alokasi penempatan analis keimigrasian CPNS Kemenkumham 2017 :
  1. Kanwil DKI Jakarta : 616 formasi 
  2. Kanwil Bali : 229 formasi 
  3. Kanwil Kepulauan Riau : 206 formasi 
  4. Kanwil Jawa Timur : 198 formasi 
  5. Kanwil Sumatera Utara : 189 formasi 
  6. Kanwil Kalimantan Barat : 75 formasi 
  7. Kanwil Riau : 65 formasi 
  8. Kanwil Nusa Tenggara Barat : 57 formasi 
  9. Kanwil Jawa Barat : 51 formasi 
  10. Kanwil Nangroe Aceh Darussalam : 51 formasi 
  11. Kanwil Sulawesi Selatan : 49 formasi 
  12. Kanwil Jawa Tengah : 47 formasi 
  13. Kanwil Nusa Tenggara Timur : 43 formasi 
  14. Kanwil Jambi : 41 formasi 
  15. Kanwil Papua : 41 formasi 
  16. Kanwil Kalimantan Timur : 38 formasi 
  17. Kanwil Sulawesi Utara : 33 formasi 
  18. Kanwil Bangka Belitung : 28 formasi 
  19. Kanwil Banten : 23 formasi 
  20. Kanwil Kalimantan Selatan : 21 formasi 
  21. Kanwil Papua Barat : 19 formasi 
  22. Kanwil Lampung : 18 formasi 
  23. Kanwil Sulawesi Tenggara : 18 formasi 
  24. Kanwil Maluku : 17 formasi 
  25. Kanwil Sumatera Selatan : 16 formasi 
  26. Kanwil Sumatera Barat : 16 formasi 
  27. Kanwil Kalimantan Tengah : 13 formasi 
  28. Kanwil Sulawesi Tengah : 13 formasi 
  29. Kanwil Maluku Utara : 13 formasi 
  30. Kanwil Bengkulu : 11 formasi 
  31. Kanwil Sulawesi Barat : 10 formasi 
  32. Kanwil DI Yogyakarta : 8 formasi 
  33. Kanwil Gorontalo : 5 formasi
Rincian Penempatan Analisi Keimigrasian Pertama










Read More

Pedoman Tes Kesamaptaan CPNS Sipir Penjaga Tahanan Kemenkumham 2017


Jabatan penjaga tahanan (sipir) membutuhkan ketahanan fisik dan mental yang tangguh dalam melaksanakan tugasnya. Melakukan penjagaan, patroli, penggeledahan, pemeriksaan, pengawalan, pengaturan, pengawasan, pengamanan, penanganan huru hara/ pengendalian massa, penanganan tempat kejadian perkara akan menjadi tugas pokok seorang Sipir.

Untuk mencapai keberhasilan tugas pokok tersebut perlu didukung oleh kondisi kesamaptaan jasmani setiap sipir sehingga selalu siap siaga, mempunyai daya tahan dan kekuatan fisik yang optimal dalam melaksanakan tugas.

Kata samapta sendiri mempunyai padanan dengan kata ready atau prepared yang memiliki pengertian dalam keadaan siap atau persiapan secara fisik. dengan kata lain Kesamaptaan adalah kemampuan fisik dalam melakukan suatu kegiatan secara efisien tanpa menimbulkan keadaan kelelahan fisik.

Tes Kesampataan menjadi materi dari Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) selain Pengamatan Fisik dan Keterampilan (PFK). Sesuai alurnya peserta harus melalui atau lulus tes PFK dulu sebelum diikutkan Tes Kesamaptaan. Artinya ujian Kesamaptaan menjadi tahap terakhir yang harus dilalui peserta sebelum pengumuman kelulusan.

Kesamaptaan A dan B

Item tes yang diujikan alam Kesamaptaan CPNS Sipir di Kemenhukam meliputi:

1. Kesamaptaan "A" - Lari 12 menit
2. Kesamaptaan "B" -  Pull up, sit up, push up, serta shuttle run dengan rangkaian ujian :
  • Pull up (chinning untuk wanita) maksimal 1 menit
  • Sit up maksimal 1 menit
  • Push up maksimal 1 menit
  • Shuttle run jarak 6 x 10 meter

Pada tes kesamaptaan CPNS Kemenkuham Tahun 2014 materi untuk Pull up atau chinning (untuk wanita) ditiadakan atau tidak diujikan. Jadi item kesamaptaan yang diujikan meliputi lari, sit up, push up dan shuttle run. Khusus peserta wanita Item A Lari durasi watunya ditambah mnjadi 14 menit.


Bisa saja materi kesamaptaan penerimaan CPNS tahun 2017 ini berbeda dengan tahun 2014. Apakah ada tes Pull up atau chinning tergantung keputusan panitia, namun sebelum pelaksanaan Tes Kesampataan pasti akan diumumkan materi beserta tanggal serta tempat pelaksanaannya.

Satu hal sangat penting bahwa tes kesamaptaan membutuhkan persiapan fisik serta pengetahuan akan gerakan yang benar untuk item yang diujikan. Latihan lari sangat dianjurkan serta jangan lupa melatih juga gerakan-gerakan yang diujikan seperti pull up, ujian sit up, ujian push up, serta ujian shuttle run. Silahkan googling untuk mengetahui teknik atau tips tes kesamaptaan yang benar.




Pelaksanaan Kesamaptaan

Dalam pelaksanaan ujian kesamaptaan peserta dibagi menjadi beberapa kelompok peserta. Untuk ujian kesamaptaan jasmani “A” peserta dibagi dalam beberapa gelombang. Tiap gelombang maksimal 20 orang (disesuaikan dengan jumlah dan kemampuan penguji)

Untuk ujian kesamaptaan jasmani “B” dibagi dalam beberapa gelombang masing - masing gelombang pada tiap item berjumlah maksimal 20 orang yang melaksanakan ujian secara bergantian berkelompok, masing-masing kelompok antara 4 - 6 orang (disesuaikan dengan jumlah dan kemampuan penguji).

Urutan ujian kesamaptaan 

  1. Peserta melaksanakan ujian kesamaptaan jasmani “A” (lari 12 menit)
  2. Ujian kesamaptaan jasmani “B” dilakukan setelah istirahat 10 menit.
  3. Selanjutnya a) Masing-masing peserta melaksanakan rangkaian ujian secara berurutan mulai dari pull up, sit up, push up dan shuttle run (B1, B2, B3, B4). Interval waktu istirahat untuk tiap item pada item “B” adalah 5 menit.

Sistem Penilaian

Kemenhukam dalam melaksanakan ujian kesamaptaan jasmani bagi calon pegawai negeri sipil sudah membuat pedoman mekanisme dan prosedur dengan tujuan adanya keseragaman pelaksanaan ujian, terutama dalam menentukan norma / standar nilai hasil ujian kesamaptaan para CPNS.

Dalam kesamaptaan ‘A” lari 12 menit yang diukur adalah :
  • Daya tahan otot (muscle endurance)
  • Daya tahan jantung, pernafasan dan peredaran darah (cardio respiratory endurance)
Kesamaptaan jasmani “B” (pull up, ujian sit up, ujian push up, serta ujian shuttle run) yang diukur adalah:
  • Pull up dan chinning mengukur kekuatan dan daya tahan otot lengan bagian dalam
  • Sit up mengukur kekuatan dan daya tahan serta flexibilitas otot perut
  • Push up mengukur kekuatan dan daya tahan otot lengan bagian luar
  • Shuttle run mengukur kecepatan, kelincahan dan keseimbangan tubuh
Peserta harus memperhatikan faktor-faktor dalam ujian kesemaptaan seperti sikap permulaan, gerakan, ketentuan hitungan dan gerakan yang salah / tidak dihitung. Di sini hanya akan dibahas 2 faktor saja yaitu ketentuan hitungan serta gerakan yang salah / tidak dihitung untuk tiap item tes kesemaptaan.

Penghitungan nilai sangat tergantung dengan gerakan yang dilakukan peserta untuk tiap item tes kesamaptaan. Panitia atau penguji hanya akan menghitung gerakan yang sesuai dengan ketentuan, gerakan yang salah akan diabaikan (tidak dihitung), penjelasannya dapat disimak dibawah ini :

⟹ Lari 12 Menit ⟸

Penguji akan menghitung jarak yang ditempuh masing-masing peserta termasuk kelebihan jarak yang diterima dari pengawas lintasan dalam waktu 12 menit. Apabila tanda waktu 12 menit berakhir masih ada peserta yang berlari atau berjalan maka panitia bisa saja menegur atau juga perlu didiskualifikasi.

Untuk peserta wanita kemungkinan ada penambahan durasi waktu menjadi 14 menit sepertu penerimaan CPNS Tahun 2014.
⟹ Pull Up/Chinning⟸

Ketentuan hitungan pull up (Pria)
  • Satu hitungan adalah gerakan mengangkat badan sampai dengan dagu melewati palang.
Gerakan yang salah (tidak dihitung)
  • Peserta mengangkat badan dengan tendangan atau sentakan kaki.
  • Mengangkat badan untuk hitungan berikutnya pada waktu siku belum lurus.
  • Pada waktu mengangkat badan dagu tidak melewati palang.
Jika peserta pria melakukan pull up, maka peserta wanita melaksanakan Chinning (modifikasi pull up) dengan ketentuan :

Ketentuan hitungan Chinning (Wanita)
  • Satu hitungan adalah gerakan menarik badan dengan lengan lurus, membengkokkan lengan sampai dada bagian atas menyentuh palang dan dagu melampaui palang.
Gerakan yang salah (tidak dihitung)
  • Tidak seluruh telapak kaki menempel di lantai atau mengangkat telapak kaki.
  • Dagu tidak menyentuh palang.
  • Dagu tidak melampaui palang.
  • Ketika melaksanakan gerakan pantat mengayun dan badan bergelombang.
  • Pada saat kembali ke sikap semula kedua lengan atau siku belum lurus badan sudah ditarik kembali.
⟹ Sit Up ⟸
Ketentuan hitungan (Pria)
  • Dihitung satu hitungan dari sikap telentang sampai siku tangan kanan melampaui lutut sebelah kiri atau sebaliknya.
Gerakan yang salah (Pria)
  • Posisi badan pada saat mengangkat badan tidak sampai 90 derajat.
  • Siku kanan tidak melewati lutut kaki sebelah kiri atau sebaliknya
  • Pada waktu kembali ke sikap semula (sikap telentang) kedua siku tangan tidak menyentuh tanah.
  • Apabila pegangan tangan terlepas, gerakan tersebut tidak dihitung dan peserta kembali ke posisi semula serta meneruskan gerakan untuk mendapatkan hitungan berikutnya dengan memulai gerakan dari sikap telentang.
Ketentuan hitungan (Wanita)
  • Dihitung 1 hitungan mulai dari sikap berbaring telentang kemudian mengangkat badan sampai sikap duduk minimal 90 derajat.
  • Kemudian kembali ke posisi semula untuk hitungan berikutnya.
  • Peserta tidak diperbolehkan istirahat atau berhenti melakukan gerakan pada posisi semula (berbaring telentang) lebih dari 5 detik apabila terjadi maka gerakan dinyatakan selesai.
Gerakan yang salah (Wanita)
  • Badan pada waktu diangkat ke posisi duduk tidak sampai 90 derajat dengan tanah.
  • Pada saat kembali ke posisi semula (berbaring telentang) punggung tidak menyentuh tanah.
  • Pada saat mengangkat badan tangan menekan ke tanah atau berpegangan pada lutut / paha.
⟹ Push Up ⟸
Ketentuan hitungan (Pria)
  • Dihitung satu hitungan mulai saat mengangkat badan dengan meluruskan lengan sampai lengan benar-benar lurus.
  • Kemudian turun kembali dengan badan lurus sampai berjarak 1 kepal (± 10cm) dari tanah langsung mengangkat badan untuk hitungan berikutnya.
  • Gerakan yang tidak benar tidak memperoleh hitungan.
Gerakan yang salah (Pria)
  • Sebelum lengan lurus pada saat mengangkat badan sudah turun kembali.
  • Gerakan dilakukan dengan badan tidak lurus (bergelombang).
  • Bagian badan menyentuh tanah pada saat turun.
Ketentuan hitungan (Wanita)
  • Satu hitungan dimulai dari gerakan mengangkat badan ke atas sampai lengan lurus, badan membentuk sudut ± 30 derajat dengan tanah.
  • Setelah turun ke posisi semula samapi badan berjarak ± 10 cm dari tanah langsung mengangkat badan untuk hitungan berikutnya.
  • Peserta tidak dibenarkan istirahat / berhenti melakukan gerakan selama lebih dari 5 detik, apabila terjadi maka gerakan dinyatakan selesai.
Gerakan yang salah/tidak dihitung (Wanita)
  • Pada waktu mengangkat badan lengan belum lurus badan sudah turun kembali.
  • Pada saat ke posisi semula badan / dada tidak menyentuh lantai.
  • Pada saat mengangkat badan ataupun turun ke posisi semula gerakan badan bergelombang.
  • Pada saat mengangkat badan maupun turun ke posisi semula badan tidak lurus.

⟹ Shuttle Run ⟸
Ketentuan hitungan
  • Hasil gerakan diambil dari catatan waktu yang ditempuh dalam jarak 6 x 10 m.
  • Bila peserta mendahului start sebelum ada aba-aba “Ya” maka pelaksanaan ujian untuk kelompok tersebut diulangi.
  • Bila ada peserta yang melakukan gerakan yang salah maka peserta ujian dapat mengulangi setelah kelompok tersebut selesai.
Gerakan yang salah (tidak dihitung)
  • Start mendahului aba-aba “Ya”.
  • Pada putaran pertama dan kedua tidak membuat angka delapan.
  • Gerakan tidak dilakukan bolak balik.
  • Pada putaran terakhir tidak berlari lurus menuju ke posisi waktu start.
  • Peserta memegang tiang tonggak pada waktu berlari.
Ketentuan Shuttle run berlaku untuk semua peserta baik pria maupun wanita.




Skoring

Dalam pemberian nilai (skoring) panitia berpedoman pada peraturan yang berlaku. Metode penilaian ini sudah standar dan berlaku di seluruh Kanwil Kemenhukam. Seperti dijelaskan pada item uji kesamaptaan di atas ada gerkan yang dihitung sebagai nilai ada juga gerkan yang tidak dihitung.

Penilaian dilakukan dengan menentukan nilai gerakan (NG) dengan cara melihat hasil gerakan (HG) kemudian dicocokkan dengan tabel nilai yang ada. Yang di maksud tabel disini adalah daftar nilai yang telah disusun dan ditentukan sebagai pedoman untuk untuk menentukan nilai gerakan berdasarkan hasil gerakan tersebut.

Hasil gerakan (HG) dilihat dari perolehan gerakan atau waktu yang dicapai oleh peserta ujian.

Cara pengolahan nilai

1. Ujian kesamaptaan jasmani “A” (lari 12 menit)
  • Hasil gerakan kesamaptaan jasmani “A” (HGA) dihitung berdasarkan jarak yang dicapai oleh peserta.
  • Nilai gerakan kesamaptaan jasmani “A” (NGA) diperoleh dengan cara mencocokkan hasil gerakan kesamaptaan jasmani “A” (HGA) dengan tabel nilai.
2. Ujian kesamaptaan jasmani “B”
  • Hasil gerakan kesamaptaan jasmani “B” (HGB) dihitung berdasarkan jumlah gerakan yang benar dari masing-masing item yakni pull up, sit up, push up (B1, B2, B3) selama maksimal 1 menit dan untuk shuttle run ( B4 ) berdasarkan waktu yang dicapai.
  • Nilai gerakan masing-masing item kesamaptaan jasmani “B” yakni pull up, sit up, push up dan shuttle run (NGB1, NGB2, NBG3, NGB4) diperoleh dengan cara mencocokkan hasil gerakan masing-masing item (HGB1, HGB2, HGB3, HGB4) dengan tabel nilai masing-masing item.
  • Nilai gerakan kesamaptaan jasmnai “B” (NGB) diperoleh dengan cara menjumlahkan nilai gerakan pull up / chinning (NGB 1) + nilai gerakan sit up (NGB 2) + nilai gerakan push up (NGB 3) + nilai gerakan shuttle run (NGB 4) dibagi 4. Atau dengan rumus :

NGB = NGB 1 + NGB 2 +NGB 3 + NGB 4
4
Contoh Hasil Tes Kesamaptaan CPNS Kemenkumham Tahun 2014

Ingat !! Untuk meraih skor tinggi, pelajari dan latihlah gerakan yang benar untuk setiap item kesamaptaan. Karena kesalahan gerakan tidak akan dihitung, hanya gerakan yang benar yang akan mendapatkan nilai.

Rangkaian tulisan di atas bersumber dari Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor M.HH-03.DL.07.01 Tahun 2009 tentang Pedoman Administrasi Ujian Kesamaptaan Jasmani bagi Calon Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Departemen Hukum Dan Hak Asasi Manusia RI.

Dalam Permen tersebut dijelaskan lebih detail tentang sikap permulaan, gerakan, ketentuan hitungan hingga gerakan yang salah / tidak dihitung, silahkan downlod di sini.

Read More

Inilah Rincian Alokasi dan Penempatan CPNS Sipir Kemenkumham 2017

Salah satu syarat pelamar bagi yang mendaftar untuk formasi sipir atau penjaga tahanan harus sesuai dengan domisili yang tercantum dalam KTP. Apabila pelamar yang domisilinya tidak sesuai dengan KTP dan ingin mendaftar pada wilayah domisilinya, wajib membuat surat keterangan dari kelurahan atau kantor desa setempat yang menerangkan bahwa yang bersangkutan telah berdomisili minimal 1 (satu) tahun pada wilayah tersebut.

Alokasi CPNS kemenkumham yang dibuka untuk tahun 2017 mencapai 17.526 formasi dengan alokasi terbanyak untuk sipir atau penjaga tahanan dengan persentasi hampir 80 persen atau 14.000 formasi dengan rincian 11.423 pria dan 2.297 wanita.

Formasi sipir sebanyak itu akan ditempatkan di Lapas dan Rutan di kantor wilayah Kemenkumham seluruh Indonesia sesuai KTP atau domisili. Total terdapat 33 kantor wilayah Kemenkumham yang membawahi lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan.

Baca Juga :
๐Ÿ‘‰ Rangkaian Tes CPNS Sipir
๐Ÿ‘‰ Pedoman Tes Kesamaptaan CPNS Sipir
๐Ÿ‘‰ Alokasi dan Penempatan Formasi Analis Keimigrasian Pertama

Alokasi paling banyak yakni Kanwil Sumatera Utara dengan jumlah 1.360 disusul Kanwil Jawa Barat 1.296 formasi dan yang ketiga Kanwil Jawa Timur sebanyak 1.066 formasi, selengkapnya alokasi formasi sipir tiap daerah :
  1. Kantor Wilayah Aceh : 583
  2. Kanwil Sumatera Utara : 1360
  3. Kanwil Kemenkumham Sumatera Barat : 337
  4. Kanwil Kemenkumham Riau : 554
  5. Kanwil Kemenkumham Kepulauan Riau : 362
  6. Kanwil Kemenkumham Sumatera Selatan : 561
  7. Kanwil Kemenkumham Jambi : 342
  8. Kanwil Kemenkumham Lampung : 477
  9. Kanwil Kemenkumham Bengkulu : 240
  10. Kanwil Kemenkumham Bangka Belitung : 176
  11. Kantor Wilayah DKI Jakarta : 598
  12. Kantor Wilayah Banten : 415
  13. Kantor Wilayah Jawa Barat : 1296
  14. Kantor Wilayah Jawa Tengah : 724
  15. Kantor Wilayah DI Yogyakarta : 160
  16. Kantor Wilayah Jawa Timur : 1066
  17. Kanwil Kemenkumham Kalimantan Barat : 354
  18. Kanwil Kemenkumham Kalimantan Selatan : 519
  19. Kanwil Kemenkumham Kalimantan Tengah : 323
  20. Kanwil Kemenkumham Kalimantan Timur : 599
  21. Kanwil Kemenkumham Sulawesi Utara : 214
  22. Kanwil Kemenkumham Sulawesi Tengah : 238
  23. Kanwil Kemenkumham Sulawesi Selatan : 551
  24. Kanwil Kemenkumham Sulawesi Barat : 124
  25. Kanwil Kemenkumham Sulawesi Tenggara : 215
  26. Kanwil Kemenkumham Gorontalo : 149
  27. Kanwil Kemenkumham Bali : 199
  28. Kanwil Kemenkumham Nusa Tenggara Barat : 222
  29. Kanwil Kemenkumham Nusa Tenggara Timur : 366
  30. Kanwil Kemenkumham Maluku : 173
  31. Kanwil Kemenkumham Maluku Utara : 155
  32. Kanwil Kemenkumham Papua : 205
  33. Kanwil Kemenkumham Papua Barat : 143
Total : 14.000 Formasi




Baca : Penjelasan Gaji Sipir

Khusus penempatan Papua dan Papua Barat sebagian besar dialokasikan untuk Putra/Putri Papua.

Rincian Alokasi Formasi Sipir CPNS Kemenkumham 2017











Alokasi Lengkap Formasi CPNS Kemenkumham 2017

Selain formasi penjaga tahanan/sipir terdapat 20 jabatan lainnya yang dibuka untuk mengisi ribuan lowongan CPNS di Kemenkumham dengan penempatan Kanwil di wilayah Indonesia, dengan rincian:
  1. Penjaga Tahanan : 14.000 formasi
  2. Pembimbing Kemasyarakatan Pertama : 714 formasi
  3. Analis Keimigrasian Pertama : 2.278 formasi
  4. Pemeriksa Keimigrasian Terampil : 30 formasi
  5. Pemeriksa Merek Pertama : 15 formasi
  6. Pemeriksa Paten Pertama : 15 formasi
  7. Analis Kekayaan fntelektual : 15 formasi
  8. Analis Hukum : 136 formasi
  9. Analis Perlindungan Hak-Hak Sipil dan Hak Asasi Manusia : 40 formasi
  10. Penata Keuangan : 25 formasi
  11. Kustodian Kekayaan Negara : 20 formasi
  12. Pengelola Teknologi Infornnasi : 70 formasi
  13. Dokter Umum Pertama : 33 formasi
  14. Perawat Pertama : 100 formasi
  15. Dokter Spesialis Kulit Dan Kelamin : 1 formasi
  16. Dokter Spesialis Penyakit Dalam Pertama : 1 formasi
  17. Dokter Spesialis Anak Pertama : 1 formasi
  18. Dokter Spesialis Ginekoiogi Pertama : 1 formasi
  19. Dokter Spesialis Anastesi Pertama : 1 formasi
  20. Psikolog Kiinis Pertama : 15 formasi
  21. Auditor Pertama : 15 formasi
Untuk mengetahui alokasi dan penempatan jabatan dan formasi di atas silahkan download Alokasi dan Penempatan CPNS Kemenkumham 2017

Read More

Mengenal Tahapan Tes CPNS Penjaga Tahanan Sipir Kemenkumham 2017

Penjaga Tahanan atau Sipir menjadi formasi paling banyak yang dibuka dalam penerimaan CPNS Kemnekumham Tahun 2017. Sebanyak 14.000 formasi dibutuhkan untuk memenuhi kekurangan sipir penjara di lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, rinciannya: 11.423 pria dan 2.297 wanita.

Dengan jumlah formasi sebesar itu tentunya menjadi kesempatan bagus bagi yang berminat menjadi PNS. Yang pasti pendaftar diperkirakan akan membludak dengan tingkat persaingan yang sengit. Apalagi dalam dua tiga tahun terakhir praktis tidak ada pengangkatan CPNS dari formasi umum.

Ditambah lagi kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan untuk jabatan Penjaga Tahanan adalah SLTA Sederajat. Tidak aneh jika nantinya banyak pelamar yang berpendidikan sarjana atau diploma namun menggunakan ijazah SMA-nya demi untuk mendaftar sebagai penjaga tahanan

Syarat lainnya usia minimal 18 Tahun dan maksimal 28 Tahun, tinggi badan untuk pelamar Pria minimal 160 cm wanita 155 cm. Pelamar yang mendaftar pada Kantor Wilayah harus sesuai dengan domisili yang tercantum dalam KTP.

Apabila pelamar yang domisilinya tidak sesuai dengan KTP dan ingin mendaftar pada wilayah domisilinya, wajib membuat surat keterangan dari kelurahan atau kantor desa setempat yang menerangkan bahwa yang bersangkutan telah berdomisili minimal 1 (satu) tahun pada wilayah tersebut.

Baca  Juga: 
๐Ÿ‘‰ Berapa Gaji Sipir?
๐Ÿ‘‰ Rincian Alokasi dan Penempatan CPNS Sipir 
๐Ÿ‘‰ Pedoman Tes Kesamaptaan Sipir
Tahapan Seleksi Penjaga Tahanan

Perlu persiapan yang matang bagi pendaftar untuk dapat lolos mengikuti serangkaian proses seleksi CPNS khususnya formasi sipir . Memahami setiap tahapan seleksi akan sangat membantu dalam mempersiapkan dokumen persyaratan, materi tes maupun persiapan kondisi fisik yang akan dilalui jika sampai pada tahap lanjut yakni Kesamaptaan serta Pengamatan Fisik dan Keterampilan (PFK).

Tahapan seleksi yang harus dilalui untuk jabatan penjaga tahanan

1. Seleksi Administrasi terdiri dari :
  • Verifikasi dokumen lamaran yang diterima melalui PO. BOX 
  • Verifikasi dokumen asli dan Pengukuran tinggi badan 
2. Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) menggunakan Computer Assisted Test (CAT)
3. Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) terdiri dari :
  • Kesamaptaan dengan bobot 50%. 
  • Pengamatan Fisik dan Keterampilan (PFK) dengan bobot 50%. 




Seleksi Administrasi

Pasti semua paham jika gagal di seleksi dipastikan tidak dapat mengikuti tahap selanjutnya, jadi teliti dan teliti lagi semua dokumen persyaratan yang dibutuhkan, lihat: Syarat Pendaftaran CPNS Kemenkumham 2017

Khusus kualifikasi D III dan SMA pengiriman dokumen persyaratan melalui PO BOX. Namun terlebih dahulu pelamar harus melakukan pendaftaran online di laman https://sscn.bkn.go.id untuk mendapatkan kartu pendaftaran. Setelah mendapatkan kartu pendaftaran, pelamar mengirimkan berkas lamaran sesuai persyaratan pelamaran melalui PO. BOX dari masing-masing Kantor Wilayah yang dituju.

Usahakan jaringan stabil ketika melakukan pendaftaran online.

Sistem kelulusan seleksi administrasi
  1. Panitia penerimaan CPNS akan memverifikasi dokumen yang telah diterima melalui PO. BOX, hasil verifikasi tersebut akan diumumkan oleh panitia pada laman http://cpns. kemenkumham2017.go.id.
  2. Bagi pelamar yang dinyatakan lulus verifikasi dokumen melalui PO BOX wajib melakukan verifikasi dokumen asli dan pengukuran tinggi badan. 
  3. Hanya pelamar yang lulus verifikasi dokumen asli dan pengukuran tinggi badan yang mendapatkan kartu peserta ujian dan dapat mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). 

Seleksi Kompetensi Dasar (SKD)

Kelulusan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) didasarkan pada nilai passing grade yang diatur dalam peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Kompetensi Dasar adalah kemampuan dan karakteristik dalam diri seseorang berupa pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang menjadi ciri-ciri seorang Pegawai Negeri Sipil Republik Indonesia. Pelaksanaan seleksi menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT)

Materi Seleksi Kompetensi Dasar (SKD)

Seleksi kompetensi dasar Calon Pegawai Negeri Sipil meliputi :

1. Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) untuk menilai penguasaan pengetahuan dan kemampuan mengimplementasikan nilai-nilai 4 (empat) Pilar Kebangsaan Indonesia yang meliputi:

a. Pancasila;
b. Undang-Undang Dasar 1945;
c. Bhineka Tunggal Ika; dan
d. Negara Kesatuan Republik Indonesia (sistem Tata Negara Indonesia, sejarah perjuangan bangsa, peranan Bangsa Indonesia dalam tatanan regional maupun global, dan kemampuan berbahasa Indonesia secara baik dan benar).

2. Tes Intelegensi Umum (TIU) dimaksudkan untuk menilai:

a. Kemampuan verbal yaitu kemampuan menyampaikan informasi secara lisan maupun tulis;
b. Kemampuan numerik yaitu kemampuan melakukan operasi perhitungan angka dan melihat hubungan diantara angkaangka;
c. Kemampuan berpikir logis yaitu kemampuan melakukan penalaran secara runtut dan sistematis; dan
d. Kemampuan berpikir analitis yaitu kemampuan mengurai suatu permasalahan secara sistematik.

3. Tes Karakteristik Pribadi (TKP) untuk menilai:

a. Integritas diri;
b. Semangat berprestasi;
c. Kreativitas dan inovasi;
d. Orientasi pada pelayanan;
e. Orientasi kepada orang lain;
f. Kemampuan beradaptasi;
g. Kemampuan mengendalikan diri;
h. Kemampuan bekerja mandiri dan tuntas;
i. Kemauan dan kemampuan belajar berkelanjutan;
j. Kemampuan bekerja sama dalam kelompok;dan
k. Kemampuan menggerakkan dan mengkoordinir orang lain.

Pelaksanaan dan Pengumuman Hasil Seleksi Kompetensi Dasar

Pelaksanaan seleksi menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) BKN yang telah terintegrasi dalam jaringan BKN dan/atau menggunakan fasilitas yang dikelola olah Kemendikbud di bawah
koordinasi BKN serta dimungkinkan pula menggunakan fasilitas mandiri yang disiapkan oleh instansi di bawah koordinasi BKN.

Hasil Seleksi Kompetensi Dasar secara resmi ditetapkan dan diumumkan oleh PANSELNAS serta diumumkan pula oleh instansi masing-masing secara online.

Prinsip penentuan kelulusan peserta seleksi didasarkan pada nilai ambang batas kelulusan (passing grade). Passing grade SKD ditetapkan oleh Menteri PAN dan RB dalam bentuk Peraturan Menteri. Sampai saat ini aturan passing grade untuk seleksi CPNS Tahun 2017 belum diterbitkan.

Tahun 2014 passing grade SKD mencapai 271 dengan nilai ambang batas Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) sebesar 70, Tes Integensia Umum (TIU) : 75 dan Tes karakteristik Pribadi (TKP) : 226.

Berdasarkan pengalaman tes SKD (dulu TKD) pada penerimaan CPNS 2014 peserta dapat langsung mengetahui nilai SKD setelah usai melaksanakan ujian.

Jumlah peserta yang dapat mengikuti tahap selanjutnya yakni seleksi kompetensi bidang paling banyak 3 (tiga) kali jumlah kebutuhan pada masing-masing Jabatan berdasarkan peringkat nilai seleksi kompetensi dasar. Misal suatu Kanwil dengan kebutuhan formasi 200 sipir maka paling banyak 600 peserta yang lolos SKD yang akan mengikuti SKB.

Namun dengan pertimbangan peluang kelulusan, terhadap peserta yang mendaftar pada jabatan Penjaga Tahanan (nomor 1) dan Pemeriksa Keimigrasian Terampil (nomor 4) yang telah lulus SKD di satu wilayah diberikan kesempatan untuk berpindah ke wilayah lain yang kuota formasinya belum terpenuhi, kecuali untuk wilayah Papua dan Papua Barat. 

Perpindahan tersebut dilakukan dengan cara melakukan pendaftaran secara online pada laman http://cpns.kemenkumham2017.go.id dengan konsekuensi mengikuti seleksi kompetensi bidang (SKB) dan penempatan tugas pada wilayah tersebut. 

Jumlah peserta yang dimungkinkan melakukan pindah lokasi mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) tidak melebihi 20% dari kuota formasi yang ada di wilayah tersebut.

Seleksi Kompetensi Bidang

Hanya ada 2 materi yang diujikan dalam seleksi kompetensi bidang (SKB) formasi penjaga tahanan meliputi:
  1. Kesamaptaan dengan bobot 50%.
  2. Pengamatan Fisik dan Keterampilan (PFK) dengan bobot 50%.
Jabatan sebagai penjaga tahanan perlu didukung oleh kondisi jasmani yang prima, selalu siap siaga, mempunyai daya tahan dan kekuatan fisik yang optimal dalam melaksanakan tugas.

Dengan latar belakang tersebut tes kompetensi bidang sebagai penjaga tahanan memfokuskan pada aspek jasmani dan fisik serta keterampilan.

Ujian Kesamaptaan

Kata samapta mempunyai padanan dengan kata ready atau prepared yang memiliki pengertian dalam keadaan siap atau persiapan secara fisik. Kesamaptaan Jasmani, adalah kondisi jasmani yang menggambarkan potensi dan kesamaptaan jasmani untuk melakukan tugas tertentu dengan hasil yang optimal tanpa memperlihatkan keletihan yang berarti.

Selengkapnya baca Pedoman Ujian Kesampataan Penjaga Tahanan Kemenkumham.

Pengamatan Fisik dan Keterampilan (PFK)

Menurut bahasa medis pemeriksaan fisik adalah sebuah proses dari seorang ahli medis memeriksa tubuh pasien untuk menemukan tanda klinis penyakit.

Rangkaian pengamatan atau pemeriksaan fisik yang umum dilakukan
  • Pemeriksaan urine
  • Pemeriksaan umum (tinggi badan, berat  badan, tekanan darah)
  • Pemeriksaan mata dan gigi
  • Pemeriksaan buta warna
  • Pemeriksaan pendengaran (tidak tuli);
  • Pemeriksaan badan secara umum seperti tidak bertato, bekas patah tulang, cacat fisik.
Sedangkan yang dimaksud keterampilan di sini lebih fokus pada kemampuan bela diri. Peserta pada tahap ini akan memperagakan beberapa gerakan beladiri seperti kuda-kuda, gerakan memukul atau tendangan. Keterampilan lain yang mungkin diujikan selain bela diri yakni keterampilan baris-berbaris. Jika peserta mempunyai keterampilan dasar menembak atau pernah mengikuti diklat dasar SAR akan menjadi nilai lebih.

Bobot penilaian antara kesamaptaan dan Pengamatan Fisik dan Keterampilan (PFK) adalah 50% : 50%, sama-sama pentingnya.

Sebagai perbandingan dibawah ini alur penerimaan CPNS Kemenkumham Tahun 2014, perbedaannya dengan alur penerimaan Kemenkumham CPNS 2017 : khusus S1 tidak perlu datang untuk verifikasi berkas asli ketika dinyatakan lulus seleksi administrasi dan pelaksanaan tes seleksi di Jakarta (khusus Dokter Spesialis, Dokter Umum dan S1)


Kelulusan

Setiap instansi dalam hal pelaksanaan seleksi dan penyampaian hasil seleksi kompetensi bidang berkoordinasi dengan PANSELNAS yang secara teknis dilakukan oleh Badan Kepegawaian Negara.

Bobot hasil integrasi nilai seleksi kompetensi dasar dan seleksi kompetensi bidang yaitu : 40% : 60%.

Pengolahan hasil integrasi nilai Seleksi Kompetensi Dasar dan nilai Seleksi Kompetensi Bidang dilakukan oleh PANSELNAS. Hasil pengolahan sebagaimana tersebut angka 4 disampaikan
kepada Pejabat Pembina Kepegawaian masing-masing dan Kepala BKN.

Selanjutnya Pejabat Pembina Kepegawaian Kemeenkumham akan mengumumkan peserta yang dinyatakan lulus berdasarkan hasil integrasi nilai SKD dan nilai SKB dari PANSELNAS
Read More

Seputar Ketentuan Penerimaan CPNS 2017

Penerimaan CPNS kembali dibuka pemerintah meski masih terbatas untuk 2 instansi saja yakni Kemenkumham dan Mahkamah Agung. Belum jelas juga apakah nantinya ada pembukaan pendaftaran CPNS di luar kedua K/L tersebut. Pendaftaran CPNS hanya bisa melalui jalur online dari website resmi yang disediakan oleh pemerintah https://sscn.bkn.go.id

Penting bagi pelamar untuk mengetahui berbagai persyaratan maupun ketentuan pendaftaran CPNS sebagai langkah strategi untuk menghadapi setiap tahapan seleksi CPNS. Berikut aturan atau ketentuan yang perlu diketahui para pendaftar CPNS:
  1. Passing Grade
  2. Satu pelamar satu instansi
  3. Kartu Kuning, SKCK dan Surat Keterangan Bebas Narkoba

Passing Grade

Salah satu prinsip dalam pengadaan CPNS adalah Kompetitif, dalam arti semua calon pegawai yang memenuhi syarat bersaing secara sehat serta penentuan hasil seleksi didasarkan pada nilai ambang batas tertentu dan/atau nilai terbaik dari seluruh peserta.

Passing Grade merupakan nilai ambang batas kelulusan ujian dari seorang peserta ujian CPNS.

Passing grade TKD (Tes Kompetensi Dasar) ditetapkan oleh Menteri PAN dan RB dalam bentuk Peraturan Menteri. Sampai saat ini aturan passing grade untuk seleksi CPNS Tahun 2017 belum diterbitkan.

Mengacu pada seleksi CPNS tahun 2013 dan 2014 ada peningkatan jumlah nilai passing grade. Penerimaan CPNS 2013 jumlah akumulatif sebesar 250, seleksi tahun 2014 ambang batasnya menjadi 271 atau naik 21 poin.



Passing grade CPNS 2017 bisa berubah atau tetap tergantung dari Permen PAN dan RB nantinya. Namun sebagai informasi passing grade TKD Sekolah kedinasan yang dilaksanakan beberapa waktu yang lalu sebesar 271 atau masih sama dengan CPNS 2014.

Hanya boleh mendaftar satu Intansi

Seperti tahun sebelumnya satu orang pelamar hanya bisa mendaftar untuk satu jabatan di satu instansi. Ketentuan ini mulai berlaku pada penerimaan CPNS 2014. Latar belakang diberlakukannya aturan ini banyaknya formasi yang kosong pada tahun 2013 karena ditinggal peserta ke instansi lain di mana dirinya juga dinyatakan lulus.

Ketentuan hanya boleh mendaftar satu instansi diatur dalam Permen PAN dan RB Nomor 20 Tahun 2017 tentang Kriteria Penetapan Kebutuhan PNS dan Pelaksanaan Seleksi CPNS Tahun 2017. Dalam Peraturan menteri tersebut disebutkan Calon Pelamar hanya boleh mendaftar pada 1 (satu) instansi dalam satu periode/event pelaksanaan seleksi.


Teknisnya pendaftaran dilakukan secara single entry di mana setiap pelamar hanya bisa mendaftarkan diri melalui satu akses yaitu panselnas.menpan.go.id. Sebagai filter pelamar harus menggunakan nomor induk kependudukan (NIK) yang sudah pasti berbeda satu sama lain, sehingga sistem akan menolak jika pelamar sudah mendaftar ditempat instansi lain.

Yang menjadi pertanyaan apakah ketentuan ini juga berlaku jika pada tahun ini ada penerimaan CPNS di instansi lain. Berbeda dengan penerimaan CPNS 2014 yang dilakukan serentak baik instansi pusat maupun daerah sehingga logis jika aturan 1 NIK 1 Instansi dipakai.

Namun jika mengacu pada Permen PAN dan RB Nomor 20 Tahun 2017 ketentuan hanya boleh mendaftar satu instansi berlaku dalam satu periode/event pelaksanaan seleksi. Menurut sepemahaman penulis satu periode berarti satu tahun anggaran.

Artinya jika sudah mendaftar pada Kemenkumham atau MA, pelamar tidak bisa mendaftar lagi untuk tahun 2017 (jika ada pembukaan pendaftaran CPNS lagi). Pelamar hanya bisa mendaftar lagi untuk tahun berikutnya yakni periode 2018.

Kartu Kuning, SKCK dan Surat Keterangan Bebas Narkoba

Kartu Kuning (Kartu Pencari Kerja) dari Disnaker, SKCK dari Kepolisian dan Surat Keterangan Bebas Narkoba dari RS Pemerintah tidak diperlu dilampirkan saat pendaftaran CPNS. Ketiga dokumen tersebut hanya disertakan/dilampirkan jika sudah dinyatakan lulus sebagai CPNS (Lihat dokumen persyaratan Kemenkumham dan MA).

Ikuti perkembangan CPNS 2017 di cpnsbersih.com
Read More