Jadwal dan Lokasi Tes SKD CPNS Periode II

Jadwal dan lokasi Tes SKD CPNS Periode II telah diumumkan melalui website resmi BKN. Dikutip dari bkn.go.id bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi administrasi dapat melihat atau mendownload jadwal dan lokasi SKD.  Seperti diketahui tes SKD berbasis CAT (Computer Assisted Cat) sehingga tempat atau lokasi tes harus mempunyai fasilitas komputer dengan aplikasi CAT.

Berdasarkan pengumuman jadwal dan lokasi tes SKD bisa di BKN Pusat, Kantor Regional BKN maupun UPT BKN. Sebagian K/L lokasi SKD terpusat hanya di BKN Pusat, namun ada beberapa K/L yang lokasi tesnya menyebar di kantor Regional BKN dan UPT BKN.

SKD sendiri dibagi menjadi VI sesi setiap harinya kecuali hari Jumat hanya 5 sesi. Waktu ujian seleksi Kompetensi Dasar adalah 90 menit. Peserta SKD diharapkan melihat dengan cermat pengumuman ini dan mengecek secara berkala web, media sosial K/L yang bersangkutan, dan web SSCN untuk menghindari kesalahan jadwal. Peserta SKD diharapkan datang 60 menit sebelum sesi pelaksanaan SKD. Mereka yang tidak hadir pada waktu yang telah ditentukan, dinyatakan gugur.

Peserta diwajibkan membawa KTP, bukti kelulusan seleksi administrasi dan kartu tanda peserta ujian SKD.

  1. Jadwal di Kantor Pusat BKN dan kantor Regional (Kanreg) BKN: File-Alternatif-1 | File-Alternatif-2
  2. Jadwal di UPT BKN: File-Alternatif-1 | File-Alternatif-2
  3. Jadwal di Lokasi Mandiri Provinsi: File-Alternatif-1 | File-Alternatif-2
  4. Sesi SKD: File-Alternatif-1 | File-Alternatif-2
Waktu Sesi SKD

Read More

Hasil Seleksi Administrasi CPNS 2017

Tahap selanjutnya dalam proses penerimaan CPNS setelah pengiriman berkas atau unggah online persyaratan melalui website SSCN atau mandiri adalah seleksi Administrasi.

Pada tahap Seleksi Administrasi dilakukan untuk memverifikasi berkas yang diunggah atau dikirimkan oleh pelamar dengan persyaratan administrasi yang ditetapkan, jika memenuhi dan sesuai dengan data yang dimasukkan saat pendaftaran, maka yang bersangkutan dinyatakan lulus seleksi administrasi dan berhak mengikuti tahapan tes selanjutnya yakni Seleksi Kompetensi Dasar (SKD)

Seleksi Administrasi dilakukan untuk memverifikasi berkas yang diunggah atau dikirimkan oleh pelamar dengan persyaratan administrasi yang ditetapkan, jika memenuhi dan sesuai dengan data yang dimasukkan saat pendaftaran, maka yang bersangkutan dinyatakan lulus seleksi administrasi dan berhak mengikuti tahapan tes selanjutnya yakni Tes Kompetensi Dasar (TKD)

Pelamar yang telah dinyatakan lulus tahap seleksi administrasi akan menerima kartu tanda peserta ujian yang bisa diunduh secara online atau bisa juga pengambilan dilakukan di tempat yang ditentukan tergantung instansinya. Penting di sini untuk memahami prosedur-prosedur yang sudah ditetapkan panitia seleksi terutama menyangkut jadwal maupun lokasi tes.

Data per 1 Oktober 2017 menunjukkan instansi yang sudah mengumumkan hasil seleksi administrasi mencapai 46 (termasuk Pemprov Kaltara) sedangkan yang belum memberikan hasil seleksi administrasi sebanyak 15 K/L.

Daftar Instansi yang sudah mengumumkan Hasil Seleksi Administrasi CPNS 2017 (akan diupdate):

1. Kementerian Sekretariat Negara
2. Badan Kepegawaian Negara (BKN)
3. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)
4. Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polkam)
5. Kementerian Koordinator Bidang Maritim
6. Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDT)
7. Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg)
8. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN)
9. Sekretariat Mahkamah Konstitusi
15. Bakamla
19. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)
20. Kementerian Perdagangan
21. Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH)
22. Kementerian BUMN
23. Kemenko Perekonomian
24. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)
25. BNP2TKI
26. Kemenpora 
27. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
28. BPPT
29. Komisi Yudisial
30. BATAN
31. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)
32. BPKP
33. Badan Informasi Geospasial (BIG)
34. ANRI
35. BKKBN
36. Badan Ekonomi Kreatif
37. Kementerian Sosial
38. BNPT
39. PPATK 
40. Kementerian Agama
41. Kementerian Pariwisata
42. Kementerian UKM
43. Polri
44. Kementerian Pertahanan
45. LIPI 
46. Pemprov Kaltara

Daftar Instansi  yang belum mengumumkan hasil seleksi administrasi:

  1. Badan Intelijen Negara (BIN) diumumkan tanggal 2 Oktober 2017
  2. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)  
  3. Badan Narkotika Nasional (BNN) tanggal 2 Oktober 2017
  4. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tanggal 2 Oktober 2017
  5. Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten)  
  6. Kejaksaan Agung, tanggal 3 Oktober 2017
  7. Kementerian Kesehatan tanggal 3 Oktober 2017
  8. Kementerian Keuangan tanggal 3 Oktober 2017
  9. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tanggal 30 September s/d 6  Oktober 2017
  10. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi  
  11. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tanggal tanggal 9 Oktober 2017
  12. Kementerian Perindustrian tanggal tanggal 15 Oktober 2017
  13. Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi  Download tanggal tanggal 06 Oktober 2017
  14. Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)  
  15. Sekretariat Jenderal DPR  
Read More

Hasil Verifikasi Dokumen dan Pengukuran Tinggi Badan CPNS Kemenkumham - SMA dan D III


HASIL VERIFIKASI DOKUMEN ASLI DAN PENGUKURAN TINGGI BADAN BAGI PESERTA
KUALIFIKASI PENDIDIKAN SLTA SEDERAJAT DAN DIPLOMA III SELEKSI CALON
PEGAWAI NEGERI SIPIL KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA

TAHUN ANGGARAN 2017

Berdasarkan hasil Keputusan Rapat Panitia Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Tahun Anggaran 2017, peserta kualifikasi pendidikan SLTA Sederajat dan Diploma III yang dinyatakan LULUS verifikasi dokumen asli dan pengukuran tinggi badan dan mengikuti seleksi kompetensi dasar adalah sebagaimana daftar nama terlampir dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Peserta wajib hadir mengikuti seleksi kompetensi dasar sesuai jadwal, waktu dan tempat yang telah ditentukan;
2. Peserta wajib membawa :
a. Kartu Peserta Ujian asli;
b. Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli / Surat Keterangan Perekaman Kependudukan;

Bagi peserta yang tidak membawa KTP karena hilang, wajib menunjukan surat kehilangan dari kepolisian dan membawa kartu keluarga yang mencantumkan NIK sesuai dengan yang terdaftar di SSCN serta menunjukan ijasah SLTA asli;

3. Peserta yang tidak sesuai identitas/fisik dengan data yang terdapat di kartu peserta ujian serta terindikasi akan melakukan kecurangan, tidak dapat mengikuti ujian;
4. Peserta wajib memakai pakaian rapi dan sopan, yaitu kemeja putih tanpa corak, celana panjang hitam, sepatu, dan bagi peserta yang berhijab menggunakan hijab berwarna hitam polos;
5. Peserta wajib hadir 90 menit sebelum pelaksanaan ujian;
6. Peserta yang tidak hadir dan/atau tidak mengikuti tahapan seleksi dengan alasan apapun pada waktu dan tempat yang telah ditentukan, dinyatakan gugur;
7. Bagi peserta dan pengantar tidak diperkenankan memarkir kendaraan roda empat atau roda dua di dalam lingkungan tempat pelaksanaan ujian;
8. Kelulusan peserta adalah prestasi peserta sendiri, jika ada pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan motif apapun, maka hal tersebut merupakan tindakan penipuan dan diluar tanggung jawab panitia;
9. Keputusan panitia bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat;

Kelalaian peserta dalam membaca dan memahami pengumuman menjadi tanggung jawab peserta.

Pengumuman Hasil Verifikasi Dokumen Asli Dan Pengukuran Tinggi Badan Bagi Peserta Kualifikasi Pendidikan SLTA Sederajat Dan Diploma III Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia Tahun Anggaran 2017 dapat di unduh sesuai dengan Kantor Wilayah pada link berikut :


Atau bisa juga download pada link di bawah ini :

Mirror : Google Drive

Read More

Pengumuman Peserta Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Kemenkumham - Formasi S1

Sesuai jadwal pelamar CPNS Kemenkumham untuk formasi dengan kualifikasi S1 yang akan lolos atau diikutkan tes SKB akan diumumkan 20 September 2017. Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) merupakan lanjutan dari tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang memenuhi passing grade (kecuali untuk cum laude dan formasi khusus).

Jumlah peserta Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) ditentukan dengan hitungan 3x jumlah formasi yang dibutuhkan untuk setiap jabatan. Ketentuan ini diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur dan Reformasi Birokrasi (PermenpanRB) Nomor 20 Tahun 2017. Artinya jika suatu formasi membuka 100 lowongan maka peserta SKB dibatasi sebanyak 600 peserta.

Data terakhir hasil CAT SKD yang dipublikasikan pada laman http://cat.bkn.go.id/kumham/ didapatkan data total peserta Umum yang login CAT SKD sebanyak 169.856 peserta, memenuhi passing grade : 23.008 peserta, tidak memenuhi passing grade : 153.829 peserta. Jika mengacu pada ketentuan, maka akan ada sekitar 13.471 peserta UMUM yang lolos passing grade tidak dapat mengikuti SKB atau Gugur, Sedangkan untuk peserta Cumlaude sebanyak 4.643 tercatat melakukan login, dan perkiraan sekita 1.038 peserta berhak mengikuti SKB, selebihnya akan gugur.

________


HASIL SELEKSI KOMPETENSI DASAR BAGI PESERTA DENGAN KUALIFIKASI PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS, DOKTER DAN SARJANA SELEKSI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA TAHUN ANGGARAN 2017 

Berdasarkan hasil Keputusan Rapat Panitia Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Tahun 2017, peserta yang dinyatakan lulus Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan peserta yang mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) adalah sebagaimana daftar nama terlampir.

Kelulusan didasarkan pada :

1. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 22 Tahun 2017 Tentang Nilai Ambang Batas Seleksi Kompetensi Dasar Seleksi CPNS Tahun 2017, bahwa peserta harus memenuhi nilai ambang batas

a. 143 untuk Tes Karakteristik Pribadi;
b. 80 untuk Tes Intelegensia Umum; dan
c. 75 untuk Tes Wawasan Kebangsaan.

Dikecualikan bagi peserta dengan kriteria cumlaude, penyandang disabilitas dan kualifikasi pendidikan Dokter Spesialis ditentukan berdasarkan ranking.

2. Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 Tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negera dan RB Nomor 20 Tahun 2017 Tentang Kriteria Penetapan Kebutuhan PNS dan Pelaksanaan Seleksi CPNS Tahun 2017 bahwa jumlah peserta yang dapat mengikuti SKB paling banyak 3 (tiga) kali jumlah kebutuhan masing-masing Jabatan berdasarkan peringkat nilai yang telah memenuhi ketentuan pada angka 1 (satu).

Berdasarkan ketentuan angka 1 dan angka 2 diatas, hasil peringkat secara nasional pada Jabatan Dokter Umum Pertama, Dokter Spesialis Kulit dan kelamin, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Pertama, Dokter Spesialis Anak Pertama, Dokter Spesialis Ginekologi Pertama, Dokter Anastesi Pertama, Psikolog Klinis Pertama, Pembimbing Kemasyarakatan Pertama, Analis Keimigrasian Pertama, Pemeriksa Merek Pertama, Pemeriksa Paten Pertama, Analis Kekayaan Intelektual, Analis Hukum, Analis Perlindungan Hak-Hak Sipil dan Hak Asasi Manusia, Penata Keuangan, Kustodian Kekayaan Negara, Pengelola Teknologi Informasi, Auditor Pertama dan Perawat Pertama sebagaimana terlampir dalam :

1. Lampiran I adalah daftar peserta yang memenuhi nilai ambang batas dengan peringkat masing-masing jabatan secara nasional sebanyak 24.235 peserta (peserta kriteria umum) dan Peringkat (peserta kriteria cumlaude dan Disabilitas) berdasarkan Surat Kepala BKN Nomor K.26-30/V. 106-9/04 Tanggal 18 September 2017.

2. Lampiran II adalah Daftar Peserta SKB sebanyak 9.639 peserta (sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negera dan RB Nomor 20 Tahun 2017).

3. Bagi peserta yang tidak termuat dalam lampiran II dinyatakan gugur dan tidak dapat mengikuti seleksi tahap berikutnya (SKB). Bagi para peserta yang tercantum dalam Lampiran II, wajib mengikuti SKB yang jadwal pelaksanaannya akan diumumkan pada tanggal 4 Oktober 2017 di laman: http://cpns.kemenkumham.go.id.
Mirror : Google drive
Read More

Kendala dan Solusi Pembuatan Akun SSCN

Salah satu kesulitan atau kendala yang banyak dikeluhkan pelamar CPNS adalah Nomor Induk Kependudukan (NIK) tidak terdaftar datanya di SSCN. Padahal sesuai ketentuan pelamar wajib menginput NIK KTP yang sesuai dengan NiK Kartu Keluarga di sscn.bkn.go.id.

Merespon hal tersebut Kemendagri melalui Dirjen Dukcapil memberikan penjelasan sekaligus sebagai solusi bagi pelamar yang kesulitan membuat akun SSCN melalui surat resminya :



KEMENTERIAN DALAM NEGERI
REPUBLIK INDONESIA

Jakarta, 15 September 2017
Yth. Bupati/Walikota di Seluruh Indonesia

Nomor : 800/11139/Dukcapil
Lampiran : -
Hal : Pendaftaran CPNS

Dengan hormat kami sampaikan bahwa berkenaan dengan pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahap ke II yang sedang berlangsung, berikut beberapa kendala dalam pendaftaran yang telah teridentifikasi dan solusi yang perlu disampaikan kepada penduduk, sebagal berikut:

1. Kendala:

a. Penduduk telah memiliki Nomor Kartu Keluarga (KK) baru namun masih mendaftar menggunakan Nomor KK lama;
b. Penduduk pindah datang tidak melapor dan tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku; dan
c. NIK tidak ditemukan, sedangkan yang bersangkutan telah memiliki KTP elektronik.

2. Solusi:

a. Penduduk agar memasukkan NIK dan Nomor Kartu Keluarga (KK) baru atau NIK dan NIK Kepala Keluarga;
b. Apabila masih terdapat kendala, maka penduduk dapat menghubungi:
- call center Ditjen Dukcapil (1500537),
- WA/SMS (08118005373); dan/atau
- email callcenter.dukcapil@gmail.com
dengan menyertakan nomor handphone/nomor yang dapat dihubungi; dan

c. Berdasarkan pelaporan kendala dimaksud pada huruf b, Tim Ditjen Dukcapil Kemendagri memfasilitasi penyelesaiannya dalam kerangka Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK). Kemudian Tim akan menginformasikan kepada yang bersangkutan untuk mendaftar kembali dan apabila masih terdapat kendala, dapat menghubungi Tim kembali.

Demikian disampaikan atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih.

a.n. Menteri Dalam Negeri
Direktur Jenderal

Tembusan :
1. Menteri Dalam Negeri (sebagal laporan);
2. Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN)
Read More

Rekap Lengkap Lowongan CPNS SMA Sederajat


Penerimaan CPNS periode 2 tahun 2017 juga membuka lowongan bagi calon pendaftar dengan latar belakang pendidikan pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat. Dipastikan sejumlah K/L menerima CPNS dengan kualifikasi SMA/Sederajat dengan persyaratan yang sudah ditentukan masing-masing K/L.

Dari 60 instansi yang membuka pendaftaran CPNS, sebanyak 8 instansi memberi kesempatan bagi lulusan SMA/Sederajat, yakni :
  1. Badan Kemanan Laut (Bakamla) 185 formasi
  2. Badan Narkotika Nasional (BNN) 100 formasi
  3. Basarnas 155 formasi
  4. Kejaksaan Agung 160 formasi
  5. Kementerian ESDM 11 formasi
  6. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) 32 formasi
  7. Kementerian Perhubungan 148 formasi
  8. Kementerian Sosial 20 formasi

Bakamla




Poin penting :

  • Usia pada tanggal 1 September 2017 paling rendah 18 (delapan belas) tahun dan maksimal 35 (tiga puluh lima) tahun pada 1 Desember 2017
  • SMA sederajat dengan nilai minimal pada ijazah rata-rata 7,0 (tujuh koma nol) atau 3 (tiga) skala 1 sampai 4 atau B dan wajib memiliki sertifikat sebagaimana tercantum dalam kualifikasi pendidikan jabatan yang dilamar. Khusus pelamar dengan kategori Putra/Putri Papua dan Papua Barat nilai minimal pada ijazah rata-rata 6,0 (enam koma nol) atau 2 (dua) skala 1 sampai 4 atau C.
  • Ketentuan tinggi badan Pria Minimal 155 cm, Wanita Minimal 150 cm
Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) bobot 60% terdiri dari:

a. Renang yang meliputi Kecepatan dan Jarak Tempuh dengan bobot 50% (Pria jarak = 50 M dan Wanita jarak = 25 M
b. Psikotes yang meliputi Potensi Kerja, Stabilitas dan Penyesuaian Diri dengan bobot 50%

BNN

Poin penting : 
  • Persyaratan Usia Untuk formasi Pelatih/Pawang Hewan (Anjing Pelacak) berusia minimal 18 (delapan belas) tahun pada tanggal 1 September 2017 dan maksimal 27 (dua puluh tujuh) tahun pada tanggal 1 Desember 2017.
  • Tidak Buta Warna
  • Untuk pelamar formasi Penyidik BNN dan Pelatih/Pawang Hewan (Anjing Pelacak) : Laki - laki tinggi badan minimal 163 cm, Perempuan tinggi badan minimal 155 cm.
  • Khusus untuk formasi Pelatih/Pawang Hewan (Anjing Pelacak), diutamakan memiliki pengalaman sebagai pawang anjing yang dibuktikan dalam bentuk sertifikat/surat keterangan.

Basarnas



Poin penting :

-  Berusia serendah-rendahnya 18 tahun pada tanggal 1 September 2017 untuk semua jenjang pendidikan (Diploma III (D-lll), dan SMK/SMU atau yang sederajat). Berusia setinggi-tingginya pada tanggal 1 Desember 2017 :
1) berusia 25 (dua puluh lima) tahun bagi pelamar sebagai Rescuer;
2) berusia 35 (tiga puluh lima) tahun bagi pelamar non Rescuer (Awak Buah Kapal).

-  Bagi pelamar Rescuer:
  • Untuk pelamar pria, memiliki tinggi badan minimal 165 cm serta memiliki berat badan normal.
  • Untuk pelamar wanita, memiliki tinggi badan minimal 155 cm serta memiliki berat badan normal.
  • Belum pernah menikah dan bersedia tidak menikah selama 2 (dua) tahun sejak diangkat sebagai CPNS.
  • Mampu berenang, dan apabila diterima sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil/CPNS Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan wajib menyerahkan fotokopi sertifikat renang.


Kejaksaan Agung


Poin penting :
  • Berusia serendah-rendahnya 18 (delapan belas) tahun pada saat 1 September 2017 dan setinggi-tingginya 35 (tiga puluh lima) tahun pada tanggal 1 Desember 2017. 
  • Tidak buta warna baik parsial maupun total, tidak cacat mental termasuk kelainan orientasi seks dan kelainan perilaku (transgender), dan mempunyai postur badan Ideal dengan standar BMI antara 18-25 dengan rumus berat badan dalam kilogram dibagi tinggi badan dalam meter kuadrat dengan tinggi badan untuk laki-laki minimal 160 (seratus enam puluh) centimeter dan perempuan 155 (seratus lima puluh lima) centlmeter.
  • Memiliki Sertifikat Keterampilan Bela Dirl/Pelatihan Satuan Pengamanan.
  • Berijazah komputer minimal program Microsoft Office dan pengoperasian internet;
  • Memiliki Nilai dalam Ijazah atau NEM, DANUN, DANUAN, SKHU dll yang setara dengan Ijazah atau Surat Tanda Tamat Belajar minimal rata-rata 7,00 (tujuh koma nol nol);
Bagi SLTA sederajat (Jabatan Pengawal Tahanan) terdiri dari :

1) Tes Keterampilan berupa Praktik Kerja Komputer berbobot 60 %
2) Tes Kesehatan dengan hasil Memenuhi Syarat (MS) atau Tidak Memenuhi Syarat (TMS) artinya Gugur.
3) Wawancara berbobot 40 %

ESDM

Poin penting :
  • Usia pelamar sekurang-kurangnya 18 (delapan belas) tahun terhitung per 1September 2017 dan setinggi-tingginya pada saat pelamaran: a. 30 (tiga puluh) tahun untuk pelamar lulusan SMK dan Diploma III (D-III) per 1 Desember 2017;
  • Khusus Jabatan Pengamat Gunung Api diutamakan laki-laki dan memiliki kemampuan berbahasa daerah lokal.

Kementerian Perhubungan


Formasi SMA Kemenhub :
  1. Mualim Kapal 14 formasi, 
  2. Teknisi Mesin 17 orang
  3. Masinis Kapal 11 orang
  4. Oiler 8 orang
  5. Rescuer Pemula 11 orang
  6. Juru Mudi 8 orang
  7. Kelasi 10 orang
  8. Pengawas Keselamatan Pelayaran Pemula 16 orang
  9. Operator Radio 8 orang
  10. Penjaga Mercusuar 3 orang
  11. Petugas Keamanan Penerbangan (ACSEC) 39 orang
  12. Instruktur Pemula 3 orang
Poin penting :
  • Berusia minimal 18 (delapan belas) tahun dan maksimal 35 (tiga puluh lima) tahun pada tanggal 1 September 2017;
  • Khusus untuk formasi jabatan Penjaga Mercusuar dan Petugas Aviation Security (AVSEC)dikhususkan bagi pelamar berjenis kelamin laki-laki dengan Tinggi Badan minimum 165 cm.
Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) dengan bobot 60%, yang terdiri dari:

a. Tes Fisik / Kesamaptaan dengan bobot 20% yang terdiri dari :
1) Lari
a) Putra : Lari dalam waktu 15 menit.
b) Putri: Lari dalam waktu 10 menit.

2) Tes Push Up dalam waktu 2 menit.

3) Tes Sit Up :
a) Putra dalam waktu 3 menit.
b) Putri dalam waktu 2 menit.

b. Tes Kesehatan dengan bobot 80% yang terdiri dari:
1) Tinggi Badan dengan bobot 25%;
2) Tes Mata dengan bobot 25%;
3) Tes Paru-paru dengan bobot 25%;
4) Tes Jantung dengan bobot 25%.

Kementerian Kelautan dan Perikanan

 

Poin penting :
  • Usia pada tanggal 1 September 2017 Minimal 18 tahun dan maksimal 27 tahun 0 bulan 0 hari untuk SUPM/SMK/SMA.
  • Khusus Pelamar untuk jabatan Juru Mudi, Masinis Kapal Pengawas, Kelasi, Oiler dan Operator Speedboat: a. Jenis kelamin laki-laki, b. Usia minimal 18 tahun maksimal 34 tahun 0 bulan 0 hari pada tanggal 1 September 2017; c. Tinggi badan minimal 160 cm; 

Kemensos

Formasi jabatan yang dibutuhkan di Kementerian Sosial bagi kualifikasi SMA Sederajat yaitu Pekerja Sosial Pemula dengan pendidikan SMK Pekerjaan Sosial dengan junlah formasi 20 orang. Usia yang dipersyaratkan sekurang-kurangnya 18 (delapan belas) tahun pada 1 September 2017 dan setinggi-tingginya 35 (tiga puluh lima) tahun pada 1 Desember 2017.
Read More

Penerimaan CPNS 2017 : 17.928 formasi

Pemerintah kembali membuka penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2017 untuk periode 2. Lowongan yang dibuka sebanyak 17.928 formasi CPNS pada 60 Kementerian/Lembaga (K/L) dan 1 Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara. Pendaftaran online penerimaan CPNS pada 60 K/L mulai 5 September 2017, pukul 23.00 melalui sscn.bkn.go.id.

Informasi lowongan tertuang pada website kementerian bersangkutan, website menpan.go.id, sscn.bkn.go.id, atau akun media sosial utama BKN yaitu facebook.com/bkngoid dan twitter.com/bkngoid.

Bagi pelamar CPNS Kemenkum HAM dan MA yang dinyatakan tidak lolos seleksi administrasi diberikan peluang untuk kembali melamar CPNS di 60 K/L tersebut dengan catatan hanya dapat memilih satu instansi dan satu formasi.

Pelamar yang sebelumnya sudah melamar pada seleksi Kemenkum HAM dan MA tidak perlu lagi membuat akun saat akan melamar ke 60 K/L ini.

Pelamar tinggal log-in pada web sscn.bkn.go.id dengan memasukan NIK dan password yang digunakan pada pelamaran di batch I.

Selengkapnya informasi K/L dan Pemerintah Provinsi yang membuka lowongan beserta formasinya:
  1. Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), 60 formasi Download
  2. Badan Ekonomi Kreatif, 93 formasi Download
  3. Badan Informasi Geospasial (BIG), 67 formasi Download
  4. Badan Intelijen Negara (BIN), 199 formasi Download
  5. Badan Keamanan Laut RI (Bakamla), 225 formasi Download
  6. Badan Kepegawaian Negara (BKN), 212 formasi Download
  7. Badan Kependudukan dan KB Nasional (BKKBN), 157 formasi Download
  8. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) 28 formasi Download
  9. Badan Meteorologi,Klimatologi dan Geofisika (BMKG), 90 formasi Download
  10. Badan Narkotika Nasional (BNN), 275 formasi Download
  11. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), 60 formasi Download
  12. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), 160 formasi Download
  13. Badan Nasional Penempatan Perlindungan TKI (BNPTKI), 87 formasi Download
  14. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), 300 formasi Download
  15. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), 110 formasi Download
  16. Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), 10 formasi Download
  17. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), 182 formasi Download
  18. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), 175 formasi Download
  19. Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), 98 formasi Download
  20. Kejaksaan Agung, 1.000 formasi Download
  21. Kementerian Agama, 1.000 formasi Download
  22. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN, 1.610 formasi Download
  23. Kementerian Badan Usaha Milik Negara, 25 formasi Download
  24. Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi, 91 formasi Download
  25. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, 65 formasi Download
  26. Kementerian Kelautan dan Perikanan, 329 formasi Download
  27. Kementerian Kesehatan, 1.000 formasi Download
  28. Kementerian Ketenagakerjaan, 160 formasi Download
  29. Kementerian Keuangan, 2.880 formasi Download
  30. Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, 40 formasi Download
  31. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, 25 formasi Download
  32. Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, 25 formasi Download
  33. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, 25 formasi Download
  34. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, 700 formasi Download
  35. Kementerian Luar Negeri, 75 formasi Download
  36. Kementerian Pariwisata, 49 formasi Download
  37. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, 1.000 formasi Download
  38. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, 21 formasi Download
  39. Kementerian Pemuda dan Olahraga, 27 formasi Download
  40. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, 91 formasi Download
  41. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 300 formasi Download
  42. Kementerian Perdagangan, 65 formasi Download
  43. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, 38 formasi Download
  44. Kementerian Perhubungan, 400 formasi Download
  45. Kementerian Perindustrian, 380 formasi Download
  46. Kementerian Pertanian, 475 formasi Download
  47. Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, 1.500 Download
  48. Kementerian Sekretariat Negara, 178 formasi Download
  49. Kementerian Sosial, 160 formasi Download
  50. Kepolisian Negara, 200 formasi Download
  51. Lembaga Administrasi Negara (LAN), 299 formasi Download
  52. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), 175 formasi Download
  53. Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), 25 formasi Download
  54. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasiona (LAPAN)l, 98 formasi Download
  55. Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg), 26 formasi Download
  56. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), 53 formasi Download
  57. Sekretariat Jenderal DPR, 85 formasi Download
  58. Kementerian Pertahanan, 50 formasi
  59. Sekretariat Mahkamah Konstitusi, 70 formasi Download
  60. Sekretaris Komisi Yudisial, 33 formasi Download
  61. Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, 500 formasi Download 
Untuk mempermudah tanpa harus mengunduh dokumen satu persatu, silahkan download semua pengumuman penerimaan CPNS semua Kementerian/Lembaga termasuk Pemprov Kaltara pada link berikut ini :

Read More